Jump High!: Tokyo Dome (2014)

Jump High!: Tokyo Dome (2014)
Jump High! Tokyo Dome - Japan (2014)

Minggu, 25 Januari 2015

Merah Putih, Kemana?


Ditengah kisruh yang tiada henti melanda negeri ini, semoga ini bisa jadi refleksi kita bersama

Satu lagi hal menarik yang saya dapatkan ketika melakukan perjalanan ke negara tetangga, kali ini tak terlalu jauh, Malaysia dan Thailand. Bukan, hal tersebut bukan Menara Petronas yang telah lama menjadi simbol negeri tersebut, atau monorail yang selalu dibangga-banggakan dan membuat iri warga ibukota Jakarta, atau pula Wat Pho, Wat Arun, Ayutthaya di Thailand, saya pikir Candi Prambanan dan Candi Borobudur tidak jauh berbeda dan tidak kalah mengagumkannya. Bukan pula kotanya, Kuala Lumpur dan Bangkok pun menurut saya tidak jauh berbeda dari Jakarta, masih macet (padahal sudah memiliki transportasi yang lebih baik, terutama Bangkok), polusi, sampah, ya meskipun mereka lebih baik, tapi ibarat games Sim City, Kuala Lumpur adalah level beginner, Bangkok adalah level expert, dan Jakarta adalah level veteran. Kesulitan dan tantangan yang dihadapi jauh lebih menantang di Jakarta dengan lebih dari 10 juta penduduknya yang akan masih terus bertambah. Kalau bukan hal-hal tersebut, lalu apa?

Selasa, 06 Januari 2015

#JTS 3: Islam di Ujung Timur Dunia

Starting is always the hardest point. Gak kerasa udah hampir sebulan lebih banyak tersita waktu untuk melakukan hal ini itu di kampus: tugas, UAS, organisasi, proposal skripsi, etc. Hampir sebulan itu juga nggak sempet posting, dan rasanya memang memulai kembali dari awal rasanya berat. Tapi, menulis itu rasanya cukup bisa menghilangkan stres bagaimana pun kondisi kita :)

Oke, saya mau lanjut cerita #JTS saya ketika Juni tahun lalu ke Tokyo. Kebetulan ada pengalaman cukup unik ketika itu. Bertepatan dengan hari Jumat, sebagai muslim tentu sudah menjadi kewajiban untuk melaksanakan sholat Jumat di Masjid. Tapi di negara dengan Islam sebagai penduduk yang sangat minoritas di sini, how can we find a mosque here? Awalnya kami berniat untuk sholat zuhur biasa saja, karena tempat yang tidak memungkinkan. Tapi setelah iseng searching di googlemaps dengan kata kunci ‘mosque’, ternyata tak berbeda beberapa blok dari penginapan kami terdapat Islamic Center. Ya, “Assalam Islamic Center” bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja dari penginapan kami. Hostel kami tepat berada di daerah Ueno, sebuah distrik yang berada di pinggiran Tokyo, meskipun masih termasuk dalam kota tapi cukup tenang dan hanya 10 menit jalan kaki ke Akihabara. I’m surely recommended that place! *jadi promosi :D*

Sabtu, 22 November 2014

#JTS 2: Antara Suica, COMMET, dan BCA Flazz Card

Yap, ini kelanjutan cerita kami di negeri sakura. Karena kami sampai di bandara Haneda lewat tengah malam waktu setempat, kami memutuskan untuk bermalam di bandara tersebut. Kebetulan, bandara Haneda memperbolehkan para pelancong seperti kami untuk bisa bermalam di sana. Kami memutuskan baru berangkat ke hostel pada keesokan harinya. Selain karena suhu disana cukup dingin, kami juga baru bisa check-in pada keesokan harinya, jam 3 sore.

Pagi harinya, sekitar jam 7 pagi waktu setempat kami memutuskan untuk bergegas keluar dari bandara. Mumpung di negeri orang, kenapa nggak memanfaatkan waktu dengan jalan-jalan? Hehe. Menariknya, ketika keluar bandara kita tak perlu dibingungkan dengan transportasi apa yang bisa mengantarkan kita ke pusat kota. Tidak perlu dibingungkan pula dengan calo taksi yang menawarkan harga setinggi langit. Kita tak perlu jauh-jauh keluar bandara untuk mencapai stasiun monorel bandara, karena di sini terminal bandara terintegrasi langsung dengan stasiun monorel.

Sabtu, 15 November 2014

Ruang Tunggu

Image Source

Ini aku dan tas ranselku yang ku bopong terus sedari tadi. Bergegas menuju ruang tunggu menunggu si burung besi yang sedang memanaskan perapiannya. Perjalananku kali ini bukan tanpa arti. Mencoba sedikit peruntungan di negeri orang.

Ah, pasti kau mengira aku akan kabur dari negeri ini. Pasti kau mengira aku hanya pergi karena kondisi di negeri itu lebih baik dibandingkan di sini bukan? Namun kawan, percayalah, Aku bukan penganut kepercayaan kalimat “rumput tetangga lebih hijau”. Aku pergi bukan karena tidak bersyukur atas kampung halamanku. Aku pergi untuk sedikit belajar, tentang ilmu, tentang hidup, dan tentang syukur.

Manusia paling mulia yang diciptakan Tuhan pun mengajarkanku demikian. Adalah Ia, Nabi Muhammad SAW yang memutuskan meneruskan perjuangan dakwah Islam, yang tak menemukan jalan terang kala itu di Mekkah, untuk berhijrah ke Madinah. Bukan maksud untuk menyerah, tapi mundur selangkah untuk bisa memantapkan ribuan langkah ke depan.

Senin, 03 November 2014

#JTS 1: Do you want aer Sir?


Akhirnya, setelah sekian lama (lebih dari 4 bulan bro), saya berhasil mengumpulkan niat untuk menuliskan perjalanan saya akhir bulan Juni lalu ke Jepang. Tepatnya setelah saya iseng-iseng buka webnya Trinity, naked-traveler.com, saya jadi kepikiran buat ikut nulis perjalanan saya hehe. Di Japan Travel Stories atau #JTS (pake judul coi biar keren :p) ini saya gak akan cerita a sampe z perjalanannya, cuma beberapa momen yang menurut saya menarik. Selain udah banyak lupa, kayaknya lebih enak aja gitu dibacanya #apasih.

*****

Jadi, keberangkatan kami waktu itu menggunakan pesawat low cost carrier, Air Asia dari Cengkareng transit dulu di KL, kemudian lanjut ke Haneda, Tokyo. Lumayan, kami dapet harga yang terbilang murah untuk penerbangan ke Jepang, pp total Rp 3,9 juta hehehe. Nah, karena penerbangannya cukup pagi, jam 06.00 wib (gegara Bayu salah ngeklik penerbangan, mantap Bay! wkwk), kami terpaksa harus sepagi mungkin udah sampe di bandara. Padahal baru selesai UAS sehari sebelumnya haha.

Selasa, 28 Oktober 2014

Selamat Hari Raya Bloger Nasional!

Selamat hari raya bloger nasional!

Yap, kebetulan tepat tertanggal 27 Oktober kemarin ditetapkan sebagai hari bloger nasional. Sebenarnya saya baru tahu ternyata ada hari peringatan tahunan seperti ini toh hehe.


Bagi saya pribadi, yang blog-nya masih kadang ngepost kadang tidak, momentum seperti ini bisa jadi pemicu untuk tetap konsisten menciptakan karya-karya kita. Karena media blog punya diferensiasi tersendiri dibandingkan dengan media berita atau yang lainnya. Di sini orang bebas berekspresi, mau curhat, mau kasih info, mau mengulas hal ini itu, atau bahkan mau menginspirasi, semuanya bebas! Tapi satu hal, bebasnya ke arah yang positif :)

Seperti yang dikatakan Mas Budi Putra, salah seorang blogger yang cukup rajin mengulas teknologi, di harian Republika, "menulis blog itu yang penting kontennya, platformnya bisa di mana saja". Karena keunikan blog itu lahir dari masing-masing sentuhan penulisnya.

Semoga momentum seperti ini terus menjadi penyemangat kita sebagai bloger untuk terus menyebar kebermanfaatan kepada yang lainnya :D

Selamat pagi!

Minggu, 12 Oktober 2014

N'EX: The Airport Train

Mengaku sebagai orang yang tertarik dengan dunia transportasi, khususnya kereta api, rasanya aneh ketika saya belum pernah membuat satu ulasan pun tentang transportasi. Sebenarnya ketertarikan saya berawal dari kondisi transportasi di Jakarta – bukan hanya di Jakarta, tapi di seantero Indonesia – cukup memprihatinkan. Padahal, ibarat tubuh manusia, transportasi itu seperti darah yang membawa nutrisi dari asupan yang kita peroleh ke seluruh tubuh. Bayangkan apabila asupan nutrisi terhambat dialirkan oleh darah. Kenapa pertumbuhan perekonomian kita stagnan di tingkat 5-6% saja? Banyak faktornya, dan salah satunya karena infrastruktur transportasi negara kita yang masih perlu terus berbenah. Transportasi pada akhirnya memegang peranan vital dalam pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Nah, kali ini saya akan mengulas tentang salah satu kereta di Jepang, yup, Narita Express!