Jump High!: Tokyo Dome (2014)

Jump High!: Tokyo Dome (2014)
Jump High! Tokyo Dome - Japan (2014)
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2015

Tatkala Harus Diam

Tatkala harus berdiam diri,
di tengah mendung bisu yang terus mengebiri

Tatkala belum saatnya ada wakil-Mu di dunia ini untuk menyandarkan pundak untuk sejenak

Dan jika memang Engkau satu-satunya yang patut mengetahui
Perasaan ini..
Lelah ini..
Dan tentang harap yang tengah berkepompong..

Izinkan diriku untuk bisa memaknai setiap momen berdua dengan-Mu
Izinkan diriku untuk memahami, bahwa memang Kau lah sepatut-patutnya tempat bersandar

Izinkan diriku untuk menangis dihadapan-Mu..
Bercerita dihadapan-Mu..
Berharap dihadapan-Mu..

Dan izinkan diriku untuk terus mengazzamkan kalimat ini..

Hasbunallah wa ni'mal wakiil (Ali 'imran: 173)
Ni'mal maulaa wa ni'mannashshiir (Al Anfal: 40)

Cukuplah Allah menjadi pelindung, Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong

Jakarta
Bulan Rajab
Menjelang Maghrib

Sabtu, 15 November 2014

Ruang Tunggu

Image Source

Ini aku dan tas ranselku yang ku bopong terus sedari tadi. Bergegas menuju ruang tunggu menunggu si burung besi yang sedang memanaskan perapiannya. Perjalananku kali ini bukan tanpa arti. Mencoba sedikit peruntungan di negeri orang.

Ah, pasti kau mengira aku akan kabur dari negeri ini. Pasti kau mengira aku hanya pergi karena kondisi di negeri itu lebih baik dibandingkan di sini bukan? Namun kawan, percayalah, Aku bukan penganut kepercayaan kalimat “rumput tetangga lebih hijau”. Aku pergi bukan karena tidak bersyukur atas kampung halamanku. Aku pergi untuk sedikit belajar, tentang ilmu, tentang hidup, dan tentang syukur.

Manusia paling mulia yang diciptakan Tuhan pun mengajarkanku demikian. Adalah Ia, Nabi Muhammad SAW yang memutuskan meneruskan perjuangan dakwah Islam, yang tak menemukan jalan terang kala itu di Mekkah, untuk berhijrah ke Madinah. Bukan maksud untuk menyerah, tapi mundur selangkah untuk bisa memantapkan ribuan langkah ke depan.