Jump High!: Tokyo Dome (2014)

Jump High!: Tokyo Dome (2014)
Jump High! Tokyo Dome - Japan (2014)
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Oktober 2014

Stay Foolish, Stay Positive

Materi ngelingker pekanan saya dua minggu terakhir menurut saya cukup unik; membahas bagaimana bisa membentuk pikiran, atau bagaimana pikiran manusia bisa terbentuk. Kebetulan, saya akhir-akhir ini suka merenung sendiri, kenapa ya setiap manusia mempunyai karakter yang bermacam-macam? Padahal dilihat dari fisik, semua terlihat hampir sama. Punya anggota badan, indera, dan lain-lain. Lalu kenapa watak manusia bermacam-macam?

Dikatakan bahwa ternyata, proses pembentukan watak atau karakter manusia itu melalui proses smooth yang begitu lama. Siapa yang turut andil membentuknya? bisa lingkungan sekitar kita, keluarga kita, peer group kita, yang tanpa sadar membentuk perlahan karakter kita sekarang ini. Apabila anda merasa orang yang keras, ya mungkin lingkungan anda yang membentuknya. Apabila sebaliknya, lingkungan anda juga yang menciptakan anda menjadi orang yang lemah lembut tanpa anda sadari. Semua itulah yang tanpa sadar membentuk kita. Coba renungkan, mengapa kita sekarang bisa mengatakan diri kita begini dan apa saja masa lalu yang telah kita lalui. Saya yakin 99% kita bisa menemukan hubungan keduanya :)

Jumat, 24 Januari 2014

Ini Bukan tentang Apa itu Kita, tapi tentang Bagaimana isi Kita

Again I will say, long time no see blog!

Last post yang saya lihat sebelum post ini tepat pada tanggal 13 Oktober 2012, hmm sudah setahun lewat dua setengah bulan saya "menonaktifkan" blog ini. Bukan berhenti menulis di blog seperti ini (walaupun tetap jarang nulis hehe), tapi saya sempat mencoba beralih ke blog lain. Saya mencoba untuk bergabung di tumblr (my tumblr link: agiananta.tumblr.com). Mengapa? Ya, saya merasa di blogger ini cukup sepi, karena interaksi antar pengguna blog kurang terasa. Dengan ikut Tumblr, saya mengharapkan lebih banyak interaksi yang terjadi di blog saya, lebih ramai lah sederhananya. Apa itu Tumblr? Sama seperti jenis-jenis blog lainnya. Tapi bedanya di sini Tumblr merupakan fusion antara twitter dan blog. So, emang terbukti interaksi di Tumblr terlihat lebih aktif, kita bisa "me-reblog" post dari account yang kita follow (seperti di twitter). And that's it.

Tahun 2013 tercatat saya sempat 66 kali mempost (wow cukup banyak :O), tapi ke-66 post itu tidak murni seluruhnya adalah tulisan saya. Ada yang merupakan reblog dari post account lain, atau mayoritas seperti itu ya? Hehe. Nah, di sini saya menemukan ketidakpuasan batin dalam "berblog ria". Ada suatu kepuasan tersendiri ketika tulisan kita dipublish, meskipun hanya di blog sendiri. Iya, tulisan sendiri. Bukan reblog.

So, I get the point here..

Sempat gonta-ganti blog dengan tujuan mendapatkan interaksi yang lebih banyak, tapi kok sense nulis jadi berkurang ya? Mau seperti blog teman-teman yang lain, yang rajin posting di blognya, tapi kok ngerasa sama aja ketika di blogger? Karena permasalahan bukan hadir dari apa blog yang kita gunakan, tapi bagaimana kita sendiri yang berkeinginan untuk menulis. Kalau sense nulisnya dari awal memang sudah kurang, jangan harap rame tuh blog hehe :)

Nah, ayo kita mulai kembali perjalanan menulis kita. Niatkan, menulis itu bukan untuk sekedar keren-kerenan saja. Tapi dengan menulis kita bisa berbagi, dengan menulis kita bisa menyebar inspirasi :)

Ayo menulis (re: blogging)! :)

Sabtu, 13 Oktober 2012

Run! Till the Finish Line...

Langsung di play saja ya :)



"I don't stop when I'm tired. I stop when I'm done" - Marilyn Monroe

Kamis, 04 Oktober 2012

Beranilah

Beranilah. Berani menembus batas. Berani untuk menghancurkan tembok ketakutan. Berani untuk menembus hutan kemalasan. Berani untuk sedikit melebihkan usaha atas yang lain. Berani membuat diri ini sedikit kelelahan. Berani, berani, berani. Buat diri ini sedikit lebih berani.

Semua orang pasti mempunyai mimpi, punya cita-cita dalam hidup mereka. Termasuk juga dengan saya yang mempunyai sejumlah pengharapan yang ingin saya tuju. Memperoleh yang terbaik dalam akademis, mendapatkan kesempatan untuk bisa exchange ke luar negeri, melanjutkan studi saya ke negeri eropa, mengikuti berbagai kompetisi. Mungkin itu sedikit dari keinginan saya, dan mungkin juga dimiliki oleh orang lain.

Mungkin tujuan bisa sama, tapi usaha dan doa adalah dua hal pembeda yang satu dengan lainnya. Setidaknya usaha untuk berani untuk mencoba, yang mungkin tidak semua orang memilikinya. Mereka yang tidak berani mencoba, hanya bisa tenggelam dalam kenyamanan mimpinya.

Sebuah obrolan di siang hari, beberapa hari yang lalu. Ketika saya sedang duduk santai di depan ruang bem. Di sana pula ada seorang teman saya yang sedang seru dengan laptopnya. Entah ada angin apa, saya tiba-tiba bertanya kepadanya.

"Wann, gue sebenernya pengen nih, ikut kegiatan-kegiatan confrence ke luar negeri. Tapi gue rasanya kok minder ya sama kemampuan bahasa inggris gue?"

"Nah..," teman saya langsung menyaut. "Yang penting berani Gi."

"Mmmmm..," kata saya mencoba mulai mendengarkan.

"Gue punya banyak keterbatasan Gi. Gue punya keterbatasan dalam hal modal, dan dalam hal bahasa inggris pun gue gak terlalu bagus. Tapi gue punya satu hal, gue berani. Yang penting berani Gi."

Sedikit kutipan obrolan saya dengan teman saya, Muhammad Mulyawan Tuankotta, yang biasa dipanggil Wann. Akuntansi UI 2011. Anak rantauan dari timur Indonesia. Dan sedang giat-giatnya mengikuti kegiatan konfrensi mahasiswa.

Kepada mereka yang berani. Kepada mereka yang berani menembus batas diri mereka. Kepada mereka yang melebihkan sedikit usaha atas yang lain. Kepada mereka yang rela membuat diri mereka sedikit lebih kelelahan. Insya Allah, Allah akan menunjukkan jalannya...

Just a morning thought :)

Selasa, 28 Agustus 2012

Don't Lose Faith

Sebenernya lagi coba-coba ngepost video dari youtube. Nah, biar ga nyampah doang, sekalian ngeshare video yang menginspirasi deh hehe.

Ini video rekaman speechnya almarhum Steve Job ketika graduation day nya mahasiswa di Stanford University. Isi speechnya ada 3 cerita
  1. Yang pertama judulnya "connecting the dot"
  2. Yang kedua judulnya "love and loss"
  3. Yang ketiga judulnya "Death"
Isi dari ketiga cerita itu bagus loh. Nah, kalo mau tau apa isi speechnya, langsung diplay aja videonya :)

"Stay hungry. Stay Foolish"

Senin, 19 Maret 2012

Merantau...

Pagi semua!

Hampir 19 tahun saya mendekam di suatu daerah yang bernama Tanjung Barat. Sungguh rasanya ingin melihat hal-hal baru di luar sana. Rasanya terlalu naif apabila saya terus berdiam diri di sini. Adalah sebuah kerugian apabila saya menghabiskan waktu hidup saya dengan berdiam diri saja. Karena melihat seluruh sisi dunia sangatlah sayang apabila saya lewatkan.

Sedikit kutipan motivasi dari Imam Syafii yang pernah saya baca di novel Negeri 5 Menara, tentang merantau...

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.


Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang


Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu  tak ubahnya seperti kayu biasa
Jika didalam hutan.
 
Hmmm... Semoga bisa membakar semangat dan semoga bisa tercapai, keinginan saya untuk pergi keliling dunia! Insya Allah...



Semangat pagi!!
Wassalamualaikum warahmatullah :)

Sabtu, 17 Maret 2012

Bola Tenis dan Telur Ayam : Sebuah Obrolan Malam di Depan Ruang BEM

Oke, just another hectic week I've just passed.... hahaha. Sebenernya saya udah mau memposting ini sejak hari selasa lalu. Tapi apa daya (cailah), ternyata banyak sekali tugas-tugas kuliah yang menumpuk yang belum saya kerjakan (maklum, mahasiswa deadliner. huhuhu. semoga bisa berubah! hup hup!). Belum lagi ada rapat rutin ELD dan kelas asistensi yang membuat saya untuk pulang agak malam. huhuhu...
 
Tapi saya mendapat sebuah obrolan yang menarik ketika hari Senin lalu. Yup! Hari Senin yang lalu saya dapet tugas buat mewawancara seseorang yang inspiratif untuk artikel di mading ELD terkait untuk lebih membooming kan acara FEUI Awards (acara dari dekanat, dan dilaksanakan oleh departemen keilmuan BEM FEUI). Saya tidak sendiri, yang ikut dalam wawancara kali ini ada Kak Irey (Kadept ELD), Melly, dan Cindy.

Awalnya saya tidak mengagendakan untuk ikut wawancara ini sebelumnya. Tapi tiba-tiba, pas Senin paginya saya diajak buat ikut wawancara. Tentu aja saya kaget (padahal rencananya mau jadi kupu-kupu pas hari itu, hehe), apalagi wawancaranya lumayan malam, sekitar jam 8 malam rencananya. Tapi setelah saya pikir, siapa tau bisa dapet sesuatu yang menarik dari wawancara ini. Yoweslah, akhirnya saya merelakan untuk pulang lebih malam dari rencana sebelumnya, huhuhu T.T 

Nah... Dalam wawancara kali ini, kita mewawancarai seorang lulusan mahasiswa FEUI terbaik dalam bidang pengabdian masyarakat. Siapa dia? Dia adalaahh.... Muhammad Alfatih Timur, atau yang biasa kita panggil Kak Timmy. Lulusan FEUI jurusan manajemen. Kita dapet rekomendasi nama Kak Timmy, dari Kak Nisa (Kabid pendidikan) untuk wawancara kali ini ^^.

Sekitar jam setengah 9 wawancara akhirnya dimulai. Berbagai macam pertanyaan pun kami lontarkan ke Kak Timmy, walaupun sifatnya lebih seperti ngobrol-ngobrol santai sih.... Ada pertanyaan seputar FEUI awards : bagaimana pendapat Kak Timmy tentang FEUI awards, motivasi apa yang dimiliki Kak Timmy untuk mengikuti FEUI awards, dan sebagainya dan sebagainya. Yang menarik, ketika ditanya apa ekspektasi dari Kak Timmy dari mengikuti FEUI awards ini ialah dia ingin men-down to earth-kan istilah seorang mapres. Dimana mapres bukan hanya sebutan bagi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki IPK setinggi langit, berotak dewa (walah, lebay :p), tapi mapres juga layak untuk diperoleh oleh mahasiswa yang memiliki IPK yang masih manusiawi dan normal. Hohoho, jawaban yang menarik menurut saya, wkwkwk :p.

Selain pertanyaan-pertanyaan seputar FEUI awards, obrolan kami pun melebar ke berbagai macam arah (halah, apa dah). Kami bertanya seputar pengalaman Kak Timmy ketika menjadi mahasiswa. Dan.... Wow! Luar biasa! Bayangin aja, di semester satu dia udah ikut sebanyak 8 kepanitiaan, ckckck. Ruarrr biasa! Gak ngerti nekat atau gimana. Tapi yang jelas itu banyak banget coy, heuheuheu. Selain itu dia juga pernah menjadi fungsionaris BEM FEUI di tahun pertama sebagai staff Kastrat dan ditahun kedua sebagai kadept Kastrat, sedangkan di tahun ketiga dia menjadi fungsionaris BEM UI dibagian kastrat pula (widiiih, ngeri kali kastrat, wkwkwk). Dan ketika kuliah, dia juga menekuni bidang wirausaha, berbagai macam bidang usaha telah dia coba, walaupun ada gagalnya juga.

Ini dia.... gagal. Mungkin merupakan lima huruf yang menakutkan bagi sebagian orang. Tapi justru kegagalan ini yang menempa diri kita untuk berpikir lebih keras, bekerja lebih giat, sampai titik nadir dari kemampuan kita. Ketika menghadapi kegagalan, sikap kita seharusnya seperti bola tenis, jangan seperti telur ayam. Kenapa bola tenis? Kenapa telur ayam? Coba kita bayangkan. Ketika sebuah telur ayam jatuh, dia akan retak, pecah, dan mengeluarkan semua isinya. Tapi coba bayangkan apa yang terjadi ketika bola tenis jatuh, dia akan memantul lagi keatas. Walaupun jatuh lagi, dia akan kembali memantul keatas.

Kira-kira itu yang dikatakan Kak Timmy ketika wawancara. Ketika mendapat masalah, alhamdulillah. Ketika terlibat konflik dengan orang lain, alhamdulillah. Ketika kita mendapatkan kesulitan, alhamdulillah. Karena dari situlah diri kita ditempa, ditempa, dan terus ditempa. Penempaan diri ini yang membuat diri kita, tanpa kita sadari, akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Mungkin ini sama seperti yang terjadi pada saya hampir setahun yang lalu. Ketika saya mengikuti proses seleksi masuk PTN. Tidak cukup sekali kegagalan yang saya dapatkan. Saya dua kali gagal, ketika snmptn undangan dan snmptn tertulis. Hampir menyerah ketika gagal di snmptn tertulis. Ya, benar-benar hampir menyerah. Dengan harapan dan tenaga yang tersisa saya ikut simak. Dan alhamdulillah, saya diterima di akuntansi ui :).

Gagal, ya gagal.... Itu lah sekolah kehidupan....

Di wawancara itu Kak Timmy sempat menyebutkan sebuah doa yang dipanjatkan oleh Sir Douglas McArtur, panglima perang Amerika, untuk anaknya sebelum tidur.

"Tuhan..... berikanlah anakku jalan yang berkelok-kelok ketimbang jalan yang lurus
Tuhan..... berikanlah anakku masalah ketimbang kemudahan
Tuhan..... berikanlah anakku tempaan ketimbang kemudahan hidup."

Doa yang unik, dan sangat membuka pikiran saya. Ketika gagal, disaat itulah kita ditempa. Ketika gagal, disaat itulah kita menjadi lebih kuat. Ketika gagal, disaat itulah kita menjadi lebih dewasa....

Wawancara itu berlangsung sekitar satu setengah jam dan tak terasa jam tangan saya sudah menunjukkan pukul 22.00 wib.

Obrolan yang menarik, dan saya berharap bisa mendapatkan lagi obrolan-obrolan lainnya yang bisa membuka mata saya. Yang tak hanya sekedar obrolan warung kopi. hohoho ^^

Hmmm, mungkin itu aja buat post saya kali ini. Tugas masih banyak yang numpuk, UTS seminggu lagi, dan masih banyak lagi yang harus saya lakukan. huhuhu... T.T. Haaah, tapi itu namanya tempaan, yang bisa membuat kita lebih kuat dari sebelumnya. Hup! Hup! Hup! Semangat!! Hamasah!! ^^

Oiya, ini ada foto pas wawancara kemaren. Mukanya udah pada lecek-lecek nih kayaknya, wkwkwk :p.

Dari kiri ke kanan : Saya (Agi), Cindy, Kak Timmy, Melly, Kak Irey
Yang moto : Frizon aka Ijon

Sekian dari saya, semoga bermanfaat, dan keep inspiring!

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)