Jump High!: Tokyo Dome (2014)

Jump High!: Tokyo Dome (2014)
Jump High! Tokyo Dome - Japan (2014)
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2015

Tatkala Harus Diam

Tatkala harus berdiam diri,
di tengah mendung bisu yang terus mengebiri

Tatkala belum saatnya ada wakil-Mu di dunia ini untuk menyandarkan pundak untuk sejenak

Dan jika memang Engkau satu-satunya yang patut mengetahui
Perasaan ini..
Lelah ini..
Dan tentang harap yang tengah berkepompong..

Izinkan diriku untuk bisa memaknai setiap momen berdua dengan-Mu
Izinkan diriku untuk memahami, bahwa memang Kau lah sepatut-patutnya tempat bersandar

Izinkan diriku untuk menangis dihadapan-Mu..
Bercerita dihadapan-Mu..
Berharap dihadapan-Mu..

Dan izinkan diriku untuk terus mengazzamkan kalimat ini..

Hasbunallah wa ni'mal wakiil (Ali 'imran: 173)
Ni'mal maulaa wa ni'mannashshiir (Al Anfal: 40)

Cukuplah Allah menjadi pelindung, Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong

Jakarta
Bulan Rajab
Menjelang Maghrib

Selasa, 06 Januari 2015

#JTS 3: Islam di Ujung Timur Dunia

Starting is always the hardest point. Gak kerasa udah hampir sebulan lebih banyak tersita waktu untuk melakukan hal ini itu di kampus: tugas, UAS, organisasi, proposal skripsi, etc. Hampir sebulan itu juga nggak sempet posting, dan rasanya memang memulai kembali dari awal rasanya berat. Tapi, menulis itu rasanya cukup bisa menghilangkan stres bagaimana pun kondisi kita :)

Oke, saya mau lanjut cerita #JTS saya ketika Juni tahun lalu ke Tokyo. Kebetulan ada pengalaman cukup unik ketika itu. Bertepatan dengan hari Jumat, sebagai muslim tentu sudah menjadi kewajiban untuk melaksanakan sholat Jumat di Masjid. Tapi di negara dengan Islam sebagai penduduk yang sangat minoritas di sini, how can we find a mosque here? Awalnya kami berniat untuk sholat zuhur biasa saja, karena tempat yang tidak memungkinkan. Tapi setelah iseng searching di googlemaps dengan kata kunci ‘mosque’, ternyata tak berbeda beberapa blok dari penginapan kami terdapat Islamic Center. Ya, “Assalam Islamic Center” bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja dari penginapan kami. Hostel kami tepat berada di daerah Ueno, sebuah distrik yang berada di pinggiran Tokyo, meskipun masih termasuk dalam kota tapi cukup tenang dan hanya 10 menit jalan kaki ke Akihabara. I’m surely recommended that place! *jadi promosi :D*

Minggu, 14 September 2014

Renungan Sore: Iman

Sebuah renungan sore hari, semoga berkenan untuk kita semua

Pernahkah, pada suatu saat, kita merasa bahwa diri kita lah yang paling benar? Pernah kah merasa bahwa diri kita berada posisi yang aman nyaman? Atau pernah kah kita merasa diri kita ini adalah orang yang beriman? Berada dalam lingkup kebaikan dan kebenaran?

Allah swt. berfirman

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya mengatakan,"Kami telah beriman," dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang berdusta. ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu! (QS. Al 'Ankabut: 2-4)

Sabtu, 15 Februari 2014

Sudah Selesai kah Kita dengan Diri Kita?


"Sebaik-baik pemimpin, dialah yang telah selesai dengan urusan pribadinya."

Kalimat diatas mungkin seringkali terdengar di telinga kita. Jadi pemimpin yang baik itu harus sudah selesai dengan urusan pribadinya. Agar ketika memimpin nanti, tak perlu lagi ia mengurusi hal-hal pribadinya. Dan memang benar adanya. Apa jadinya ketika seorang pemimpin masih belum bisa mengurus dirinya? Simpel saja, bangun kesiangan? Hati galau gundah gulana? Akademik berantakan? Masa depan belum terencana? 

Lalu bagaimana bisa ia memimpin dengan baik kalau dirinya sendiri pun belum beres?

Minggu, 02 Februari 2014

Enam Perkara

Post ini diambil dari koran Republika, 30 Januari 2014

Syihabuddin Ahmad bin Hajar al-Asqalani dalam karyanya Nashaihul 'Ibad (Hal 42) mengutip sebuah hadis tentang keanehan yang akan menimpa umat Islam. Menurut Rasulullah SAW, jumlahnya ada enam perkara.

Pertama, masjid menjadi bangunan yang aneh. Bangunan masjid berdiri megah, dibangun di tengah-tengah perkampungan penduduknya. Namun, para penduduk di perkampungan tersebut enggan untuk mendatangi masjid tersebut.

Kedua, mushaf Alquran menjadi sebuah perkara aneh. Orang-orang berlomba-lomba mengoleksi Alquran di rumahnya. Mereka membeli Alquran dengan model terbaru, berharga mahal, namun setelah di rumah, Alquran hanya menjadi simbol kebanggaan. Alquran hanya menjadi pajangan, jarang dibaca, apalagi untuk memahami maknanya.

Ketiga, banyak orang berlomba-lomba menghafal Alquran, tapi sedikit sekali orang yang berlomba-lomba mengamalkan isi dan kandungannya.

Keempat, banyak wanita salihah yang menikahi laki-laki yang tidak taat dalam melaksanakan ajaran agama.

Kelima, banyak laki-laki saleh yang beristri wanita yang tidak taat beragama.

Keenam, aneh sekali, orang alim (yang memahami ilmu agama) berada di tengah-tengah masyarakat, namun masyarakat sudah tidak mau lagi mendengar fatwa-fatwanya.

Sementara Imam Ghazali dalam karyanya Minhajul 'Abidin mengutip sabda Rasulullah yang disampaikan kepada Haris Ibnu Umairah.

"Jika umurmu panjang, kamu akan menghadapi suatu zaman yang aneh. Pada zaman itu akan banyak ahli pidato yang piawai dalam menyampaikan pidatonya, namun sangat sedikit sekali dari kalangan mereka yang benar-benar ulama (memahami ilmu agama dan hatinya takut pada Allah). Pada zaman tersebut akan banyak sekali orang yang memerlukan bantuan (banyak orang miskin), namun sangat sedikit sekali orang yang mau menolong mereka, dan pada zaman tersebut keikhlasan mencari ilmu sudah sirna. Orang-orang mencari ilmu hanya mengikuti keinginan hawa nafsu belaka."

Haris Ibnu 'Umairah merasa heran, kemudian bertanya, "Ya Rasulullah, kapan hal tersebut akan terjadi?" Kemudian Rasulullah menjawab, "Nanti apabila ibadah shalat telah dimatikan (orang-orang tidak mengaplikasikan nilai-nilai ibadah shalat dalam kehidupan sehari-hari), menjamurnya suap-menyuap (jual beli hukum dan jabatan), serta orang-orang telah rela menjual agama demi kesenangan hidup di dunia semata. Jika keadaan tersebut sudah terjadi, maka selamatkanlah dirimu."

Semoga bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua. Sudahkah ini terjadi di lingkungan sekitar kita?